Pemukim Yahudi Terapkan Taktik "Serang Warga Palestina" Al-Quds/Terjajah Oleh : Redaksi 02 Oct, 08 - 5:00 pm
Para pemukim Yahudi itu mengikuti doktrin yang menyerukan para pemukim Yahudi untuk membalas "kapan saja, dimana saja dan dengan cara apa saja" yang mereka mau terhadap siapa pun yang berani menyentuhkan tangannya ke pemukiman-pemukiman Yahudi, yang oleh pemerintah Israel akan dipindahkan.
Sudah beberapa minggu belakangan ini, para pemukim Yahudi memblokade jalan-jalan, melempari mobil-mobil milik orang Palestina dengan batu dan membakar kebun-kebun milik warga Palestina di Tepi Barat.
Mereka melakukan tindakan anarkis itu sebagai respon atas wacana-wacana pembongkaran pemukiman warga Israel yang muncul belakangan ini, meski mereka tahu pemukiman yang mereka tempati adalah pemukiman ilegal karena dibangun di atas tanah milik bangsa Palestina. Tindakan anarkis itu dipilih para pemukim Yahudi untuk mempertahankan pemukiman mereka karena tentara-tentara Israel dianggap kurang melakukan operasi-operasi militernya terhadap warga Palestina di Tepi Barat. ( Try not To Cry )
Bush Pidato, Ahmadinejad Acungi Jempol Terbalik Berita Oleh : Redaksi 26 Sep, 08 - 3:58 am
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengacungkan jempol ke bawah sebagai tanda tak setuju ketika Presiden AS George W Bush berpidato di depan peserta sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Selasa (23/9) atau Rabu (24/9) waktu Indonesia.
Dalam pidato selama 22 menit itu, Bush di antaranya menyebut Iran sebagai sponsor terorisme global. Bush yang tinggal 119 hari menjabat presiden sempat mendapat aplaus selama 10 detik dari para hadirin saat dia menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk melawan aksi bom bunuh diri, penculikan dan taktik teror lain.
Ahmanidinejad yang juga duduk di antara peserta sidang menunjukkan ketidaksukaannya saat Bush berpidato. Dia melambaikan tangan kepada orang-orang di sampingnya kemudian menebar senyum. (watch Bush Speech )
Presiden Iran: Imperium AS Sudah Berakhir, Rezim Zionis akan Runtuh Berita Oleh : Redaksi 25 Sep, 08 - 2:00 am
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad kembali melontarkan pernyataan kontroversial dalam Sidang Umum ke-63 PBB. Dalam pidatonya ia mengkritik Dewan Keamanan yang impoten dan menyebut AS serta rezim Zionis Israel yang kini sedang berada di ambang keruntuhan.
Bangsa yang besar belum tentu memiliki pemimpin-pemimpin yang pemberani dan berjiwa besar. Inilah yang terjadi dengan sebuah negara yang selama ini dikenal sebagai negara adidaya, Amerika Serikat. Sidang Umum PBB ke-63 yang berlangsung hari di New York membuktikan hal itu. Jelas sekali, AS menunjukkan dirinya sebagai bangsa yang kerdil dan tidak punya "nyali" menghadapi negara yang selama ini dianggap sebagai musuhnya. AS hanya berani menghadirkan seorang notulen dalam ruang sidang, ketika Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad memberikan pidatonya. ( watch Larry King Show )
Zionis dan Kristen Saling Kerjasama Datangkan Yahudi ke Palestina Berita Oleh : Redaksi 10 Sep, 08 - 1:00 am
Zionis Internasional dan Umat Kristen di berbagai belahan dunia akan saling kerjasama untuk mendatangkan bangsa Yahudi lebih banyak lagi ke Palestina. Tujuannya untuk mendirikan negara Israel seperti diamanatkan oleh kitab Taurat dan Injil.
Konggres Pertama Zinois-Kristen dunia yang berlangsung di Swiss pada 5 7 September 2008 sepakat untuk mendukung langkah-langkah Israel mengumpulkan Bangsa Yahudi di Palestina dan memberi dukungan bagi keberlangsungan bangsa Israel di Palestina. Konggres tersebut dihadiri ratusan tokoh Kristen dan Yahudi di Swiss dan negara-negara Uni Eropa.
Dalam Deklarasi bersama yang dihasilkan Konggres tersebut, disebutkan, baik umat Yahudi dan Kristen harus saling bekerjasama untuk memfasilitasi kembalinya umat di berbagai penjuru dunia ke tanah sucinya di Israel. Selain itu, Israel diminta terus memperluas wilayah perbatasannya hingga terwujud Israel Raya seperti termaktub dalam Kitab Taurutnya.
Dunia Barat dan Penguasa Muslim Harus Malu terkait Kasus Dr. Aafia Siddiqui Laporan Oleh : Redaksi 07 Sep, 08 - 6:00 am
Kasus Dr. Aafia Siddiqui benar-benar membuat hati serasa terkoyak, perut terlilit, dan kemarahan terbangkit bagi siapapun yang masih memiliki harga diri. Pengalaman buruk yang dialami ibu dari tiga orang anak kembali menjadi catatan tragedi "Perang melawan Teror" ("War on Terror"), atau "Perang terhadap Islam". Kasus ini harus membuat siapapun atau pemerintah manapun yang menganggap diri mereka sebagai pejuang hak asasi manusia di dunia untuk menjadi malu.
Dr. Aafia Siddiqui adalah ilmuwan biologi jaringan saraf dan dididik sebagai ahli genetik. Setelah belajar 10 tahun di Amerika Serikat (AS) dan menyabet gelar Doktor di bidang Neurosains Kognitif, Dr. Siddiqui yang berwarganegara Pakistan lalu pulang ke negeri asalnya. Lima tahun lalu pada bulan Maret 2003 ia menghilang bersama 3 anaknya yang berumur 7 tahun, 5 tahun, dan 6 bulan ketika ia berkunjung ke rumah ibunya di Karachi.
Bagdad Calling, Rekaman Terpanas dari Iraq Galery Oleh : Redaksi 05 Sep, 08 - 7:00 pm
Lebih 130 reporter tewas sejak invasi Amerika tahun 2003 di Iraq. Wartawan foto Belanda, Geert van Kesteren, membuat buku rekaman Iraq yang bahannya dari warga Iraq sendiri
Iraq merupakan daerah terpanas bagi wartawan di bumi ini. Lebih dari 130 reporter tewas sejak invasi Amerika Serikat pada tahun 2003. Akibatnya, sedikit saja jurnalis Barat mau pergi ke sana untuk melaporkan tragedi kemanusiaan yang telah menyebabkan, hampir seratus ribu orang tewas, dan sekitar empat juta orang mengungsi.
Satu dari beberapa peliput Iraq, sebelum dan sesudah invasi, adalah Geert van Kesteren, seorang wartawan foto terkemuka di Belanda. Pada tahun 2005, ia menyadari terlalu bahaya kembali ke Iraq. Ia mengakalinya dengan melakukan perjalanan ke Suriah, Yordania dan Turki, supaya bisa berbincang dan memotret pengungsi Iraq.
Teroris AS dan Sekutunya Kembali Bunuh 17 Warga Pakistan di Awal Ramadhan Berita Oleh : Redaksi 03 Sep, 08 - 7:30 pm
Baru juga beberapa hari Presiden Bush menyampaikan pesan Ramadhan kepada umat Muslim, Pasukan AS dari Afghanistan malah menembaki sedikitnya 15 orang, termasuk anak-anak dan wanita di wilayah Waziristan Selatan, Pakistan. Atas nama "war on terrorism", pada bulan Ramadhan ini, saat kaum Muslim melaksanakan ibadah Shoum, AS dan sekutunya kembali menunjukkan kebrutalan dan kebiadaban pasukan mereka, menempatkan mereka sebagai teroris teratas di dunia. Serangan yang melibatkan sejumlah helikopter ini terjadi di Desa Angor Adda, Waziristan Selatan, sebuah daerah di Pakistan yang warganya menginginkan pelaksanaan syariat Islam.
"Pasukan datang dengan helikopter dan melancarkan serangan di tiga rumah pada serkitar 3 dinihari," kata Gul Nawaz, seorang penjaga toko di desa tersebut, Rabu (03/09/08).
Negara-Negara Arab Selayaknya Malu Pada Kelompok Aktivis Pembela Ghaza Solidaritas Oleh : Redaksi 29 Aug, 08 - 7:00 pm
Negara-negara Arab seharus malu dan tergerak hatinya melihat keberanian para aktivis kemanusiaan yang berusaha melakukan perlawanan terhadap blokade rezim Zionis Israel di Jalur Ghaza. Hal tersebut diungkapkan pimpinan Hamas Ismail Haniyah dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Iran, Press TV. Dalam wawancara itu, Haniyah juga mendesak kepala otoritas pemerintahan Palestina Mahmud Abbas untuk melanjutkan dialog demi kepentingan persatuan nasional dan mengakhiri perpecahan di antara mereka (Fatah-Hamas).
Haniyah mengatakan, kedatangan para aktivis kemanusiaan dengan menggunakan kapal-kapal motor penangkap ikan selayaknya mendorong para pimpinan negara-negara Arab untuk memobilisasi kekuataan untuk mengakhiri blokade rezim Zionis terhadap hak-hak rakyat Palestina. (watch "Free Gaza movement")
Peace Now: Pemukiman Yahudi Kepung Tepi Barat, Prospek Perdamaian Suram Solidaritas Oleh : Redaksi 27 Aug, 08 - 5:00 pm
Organisasi advokasi Israel Peace Now memperingatkan, alih-alih memenuhi janjinya sendiri untuk menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat, rezim Zionis Israel malah terus melakukan pembangunan pemukiman baru. Peace Now bahkan menyebut pembangunan yang dilakukan Israel sudah tak terkendali dan hal ini pada akhirnya akan menjadi batu sandungan bagi prospek perdamaian Israel-Palestina.
"Pemerintah Israel terus mengulang kesalahan yang sama, yang mereka lakukan di masa lalu. Di satu sisi mereka melakukan kesepakatan dan negosiasi dengan Palestina, tapi pada saat yang sama Israel terus melakukan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat." "Pembangunan pemukiman telah mengganggu hubungan dengan Palestina dan fakta di lapangan membuktikan bahwa tindakan itu menjadi penghalang bagi prospek perdamaian, " demikian isi pernyataan Peace Now.
Ribuan Non-Muslim Filipina Tolak Berdirinya Tanah Air Bagi Warga Muslim Laporan Oleh : Redaksi 06 Aug, 08 - 3:00 am
'Perjanjian "Dihianati", Kedamaian Muslim Moro Hanya Ilusi
Sekitar 15.000 masyarakat Filipina menggelar aksi protes di kota pelabuhan Zamboanga, selatan negara itu. Mereka menentang kesepakatan pemerintah dengan kelompok pejuang Muslim Moro Islamic Liberation Front (MILF).
Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, pemerintah Filipina menyetujui untuk memberikan wilayah bagi warga Muslim dalam kesepakat dengan MILF, sebagai jalan damai antara pemerintah dengan MILF yang selama bertahun-tahun memperjuangkan tanah air bagi warga Muslim Filipina. Kesepakatan damai itu rencananya akan ditandatangani di Malaysia hari Selasa (5/8). Ribuan pengunjuk rasa, mayoritas warga non-Muslim menentang penandatanganan itu. Dengan membawa spanduk bertuliskan "MILF go home"
Hak cipta dilindungi oleh
Allohu Subhanahu wa Ta'ala TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari swaramuslim
dicantumkan
Questions & suggestion or problems
regarding this web site should be directed to
webmaster